Tak ada Firasat Jika Beliau Pergi Begitu Cepat


Src

BERITA DUKA ini seperti datang begitu cepat. Sebelum kepastian beliau pergi sampai di kotak masuk aplikasi WhatsApp saya, baru saja saya menerima pesan yang lain. Bunyinya, mohon doa untuk Pak Viryan. Info dari istrinya, beliau drop malam ini.

Pesan itu baru menyadarkan saya jika ada sesuatu dengan mantan atasan saya tersebut. Saya baru tahu jika Pak Viryan Aziz, mantan Ketua Divisi Data dan Informasi KPU RI periode 2017-2022 itu sedang sakit berat.

Karena sebelumnya sama sekali tidak ada tanda-tanda jika beliau sakit. Pascamasa tugas di KPU selesai beberapa waktu yang lalu, beliau dan keluarga masih menetap di Jakarta. Dan informasinya beliau dalam kondisi sehat-sehat saja dan bisa beraktivitas seperti biasa.


Src

Namun kemarin tiba-tiba dipastikan beliau telah mengembuskan napas terakhir di ruang perawatan rumah sakit pascaoperasi pembuluh darah.

Ternyata menurut informasi dari pihak keluarga, beliau merasa yang tidak beres pada tubuhnya. Maka ia pun datang sendiri ke rumah sakit dalam keadaan bugar. Setelah dicek secara mendalam, ditemukan ada flek di pembuluh darah otaknya.

Pihak dokter merasa harus dilakukan tindakan terapi cuci otak Digital Substraction Angiography (DSA). Namun beberapa saat setelah itu ternyata kondisi Viryan semakin menurun.

Dokter melakukan tindakan pemeriksaan ulang dan diketahui ada pembuluh darah di otak yang pecah dan harus segera dioperasi. Setelah itu dilihat lagi dan diketahui maish ada pendarahan.

Pihak medis melakukan operasi kedua dan kondisinya semakin menurun hingga koma. Beliau dikabarkan meninggalkan pada dini hari pukul 1 hari Sabtu, tanggal 21 Mei 2022.

Saya teringat dengan aktivitas beliau di hari-hari terakhir beliau menjabat sebagai komisioner KPU. Beliau terus menerus meminta maaf kepada semua anggota KPU se-Indonesia, jika dirasa ada kesalahan atau sikap yang tidak menyenangkan yang beliau lakukan selama ini.

Permintaan maaf itu begitu tulus. Naun say tak pernah menyana jika itu adalah untuk beliau pergi dengan tenang.



0
0
0.000
8 comments