Memetakan Tipe dan Karakteristik Anggota Komunitas

in #zzan9 months ago

Seseorang memutuskan menjadi bagian dari sebuah komunitas dengan pertimbangan dan motif tertentu. Besar atau kecil, fundamental atau sepele, setiap orang memiliki motif ketika bergabung ke dalam sebuah komunitas. Meski kita sering mendengar ada orang yang mengaku tidak memiliki motif apa pun, kecuali hanya iseng belaka. Iseng pun adalah sebuah motif.
Karena motif dan karakteristik yang berbeda, setiap anggota komunitas juga memiliki tipe yang berbeda. Ini memang salah satu ciri dari organisasi, baik formal maupun non-formal.

Sebuah organisasi terdiri dari orang-orang yang heterogen, bahkan tidak saling kenal, kendati ada kalanya hanya mengenal nama saja tetapi tidak pernah berjumpa seperti di Steemzzang dan komunitas lainnya di Steemit yang tidak pernah berjumpa tetapi saling kenal, meski hanya dengan nama akun.

Makanya ketika Komunitas Steemit Indonesia masih aktif dulu, sering digelar meetup agar setiap anggota komunitas saling kenal, akrab, saling menyemangati dan memberi motivasi, saling berbagi informasi, dan saling mendukung. Intinya, setiap angota komunitas saling berbagi untuk tumbuh bersama.
Karena terdiri dari individu dengan karakter berbeda, penting untuk memetakan tipe dari setiap anggota komunitas. Pertama, ada tipe pendukung utama yang siap mendukung komunitas untuk maju. Dia tidak ingin maju sendiri, tetapi selalu berbagi dengan anggota lainnya. Idealnya, seperti inilah baiknya seorang anggota komunitas.

Kedua, ada yang bergabung dalam komunitas karena ingin mendapatkan keuntungan semata. Ketika beruntung, ia menyatakan diri bagian dari komunitas tersebut. Namun ketika tidak ada keuntungan, dia mundur baik secara terang-terangan atau diam-diam saja. Orang seperti ini banyak dalam berbagai komunitas. Dia tidak mau berpahit-pahit membangun komunitas.

Ketiga, ada juga tipe pasif yang hanya sekadar tercatat sebagai anggota sebuah komunitas. Dia tidak berbuat apa pun untuk membangun komunitas, tetapi juga tidak melakukan apa pun yang merugikan komunitas. Dia hanya sekadar meramaikan komunitas saja. Tipe seperti ini juga ada di setiap organisasi.

Masih banyak tipe dan karakteristik dari anggota komunitas lainnya. Mengenali mereka dan kemudian memetakannya sangat penting dalam mengelola organisasi. Ketika mengambil sebuah keputusan dan hendak menjalankan sebuah program, seorang pengurus komunitas sudah tahu dari siapa mendapat dukungan, dari siapa akan mendapatkan kritik dan saran membangun, siapa yang akan menghujat, atau siapa yang akan cuek dengan semuanya.
Dengan kemampuan pemetaan seperti ini, kita bisa tahu suasana dan masa depan komunitas.***

Sort:  
 9 months ago Reveal Comment
 9 months ago Reveal Comment